Apa andapernah mengalami sulit tidur? Kesulitan tidur bisa menjadi pengalaman yang tidak menyenangkan. Setelah dua jam berbaring di tempat tidur, tidak juga kunjung terlelap. Badan terasa lelah karena beraktivitas seharian, tapi pikiran seperti tidak mau berhenti berfikir. Atau mungkin anda sering terbangun di malam hari. Kesulitan tidur juga dapat membawa pengaruh yang negatif pada kehidupan sehari-hari. Individu yang merasa kurang tidur akan merasa kelelahan dan mengantuk di siang hari, gampang marah serta sulit untuk konsentrasi. Kesulitan tidur dimana penderitanya mengalami kesulitan untuk tertidur, sering terbangun dimalam hari, bangun terlalu pagi, serta merasa lelah saat baru bangun tidur dikenal dengan istilah Insomnia.
Insomnia dapat disebabkan oleh kondisi kesehatan seperti asma, kanker, dan gagal ginjal, obat-obatan yang dikonsumsi, serta segala hal-hal kimiawi yang dikonsumsi seperti alkohol, serta obat-obatan terlarang. Ketika kesulitan tidur disebabkan oleh kondisi kesehatan atau obat-obatan, kondisi ini disebut dengan Insomnia sekunder. Sebaliknya, kesulitan tidur yang tidak seara langsung disebabkan oleh kondisi kesehatan dan obat-obatan disebut sebagai insomnia primer.
Insomnia juga dibedakan berdasarkan durasi seseorang mengalaminya. Jika anda mengalaminya selama beberapa hari sampai 3-4 minggu, kondisi anda disebut sebagai insomnia akut. Namun jika anda mengalami kesulitan tidur setidaknya 3 malam dalam seminggu selama lebih dari satu bulan, maka dikatakan anda menderita insomnia kronis.
Insomnia akut biasanya disebabkan oleh hal-hal yang sifatnya sementara ataupun keadaan lingkungan yang mengganggu tidur seperti:
- Stress dari kehidupan sehari-hari (ditinggal pacar, kehilangan pekerjaan, kematian anggota keluarga dsb.)
- Ketidaknyamanan fisik (badan pegal, sakit kepala, pusing,dsb)
- Perubahan pola tidur (perubahan jam kerja siang menjadi malam, ibu yang baru melahirkan, atau jet lag)
- Lingkungan yang tidak optimal untuk tidur, seperti lampu yang terlalu terang dikamar tidur, rumah yang berisik, teman tidur yang mendengkur, dan temperatur ruangan yang terlalu dingin atau panas.
Insomnia akut biasanya akan hilang sendirinya saat masa-masa stress sudah dilewati dengan baik, atau setelah badan tidak lagi pegal. Namun terkadang, saat seseorang mengalami kesulitan tidur, dia akan berusaha sangat keras untuk mendapatkan tidur sebanyak-banyaknya, misalnya tidur siang, atau menonton televisi di tempat tidur, karena menurutnya, lebih baik istirahat sebentar daripada tidak sama sekali. Perilaku ini menimbulkan kebiasaan tidur yang kurang baik, yang pada akhirnya akan meningkatkan intensitas insomnia yang diderita. Akhirnya, saat masa-masa stress sudah berlalu, namun kesulitan tidurnya tetap ada. Saat keadaan ini terjadi, biasanya seorang psikolog klinis akan menyarankan anda untuk melakukan praktek sleep hygiene. Sleep hygiene sebenarnya adalah kumpulan kebiasaan-kebiasaan yang mendukung usaha tidur anda. Selengkapnya mengenai sleep hygiene akan dituliskan di post berikutnya. :)
Hal-hal yang dapat menyebabkan insomnia kronis antara lain:
- Gangguan mood (depresi dan bipolar)
- Gangguan kecemasan
- Rasa sakit kronis
- Stress kronis
What to do?
Jika anda mengalami tanda-tanda insomnia, terutama jika sudah berlangsung cukup lama, disarankan untuk segera mengkonsultasikan keadaan anda ke dokter ataupun psikolog. Anda juga bisa mulai mempraktekkan sleep hygiene untuk menumbuhkan kebiasaan tidur yang lebih baik.
Selamat tidur
Vista
No comments:
Post a Comment